-->
Tampilkan postingan dengan label Film Kartun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Film Kartun. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Januari 2013

Situs-Situs Untuk Mendownload Film Naruto Subtitle Bahasa Indonesia





Hy Sobat.................  
Pada postingan kali ini, saya akan share salah satu info penting buat para pencinta NARUTO, yaitu situs-situs untuk mendownload film naruto subtitle bahasa indonesia . Kebetulan saya juga pencinta NARUTO jadi saya akan bagi-bagi infonya untuk sobat sekalian... 

oke langsung saja ini dia ...




Read more »

Selasa, 25 Desember 2012

UP (2009)


 
Genre :Animation, Comedy, Adventure, Family 
Director : Pete Docter 
Co-director : Bob Peterson 
Writter : Mr. Docter and Mr. Peterson 
Based on a story : Mr. Docter, Mr. Peterson and Tom McCarthy 
Released by :Walt Disney Pictures and Pixar Animation Studios. 
Running time : 1 hour 30 minutes. 

Yap, itulah pahlawan kita dalam film ini :)
inilah pahlawan kita dalam film ini  :)
Up adalah salah satu karya Pixar lain yang sukses. Salah satu faktornya, selain mengangkat tema “pantang menyerah dalam meraih mimpi” a la Pixar, juga karakter utamayang cukup unik dan sangat jarang dijumpai pada film animasi lainnya: yaitu kakek-kakek tua bangka yang pendek bermuka kotak dan kalo jalan harus pake tongkat dan sering keseleo. 

 Daya tarik film ini sudah terasa pada waktu menit-menit awal, karena dibuka oleh kisah sedih kakek tersebut di masa kecil dan mudanya. Dulu ia pernah berjanji pada temannya Ellie untuk membangun rumah di Paradise Falls, Amerika Selatan. Kakek itu bernama Carl dan pada akhirnya mereka menikah. Namun hingga tua mereka belum bisa mewujudkan mimpi itu. 
 
Akhirnya dengan didorong oleh separuh nekat separuh bertekad, Carl melakukan sesuatu yang tidak pernah ada di muka bumi, yaitu menggunakan jutaan balon untuk menerbangkan rumahnya untuk didaratkan di Paradise Falls. Hampir mustahil, tapi itu mencerminkan betapa besar mimpinya dan betapa ia bersungguh-sungguh untuk membayar janjinya yang belum lunas pada istrinya. 

Inti pertama dari cerita itu bisa digambarkan dari plot di atas, bagaimana kita harus memperjuangkan apa mimpi kita. Tidak peduli berapa usia atau halangan lain yang biasanya dijadikan alasan untuk mencapai keberhasilan.

Inti kedua adalah kerelaan untuk melepaskan kepergian seseorang dan melupakan masa lalu dan menatap ke depan. Carl, dalam fim, digambarkan sangat menyayangi istrinya hingga rela mengorbankan semuanya. Bahkan tega mengacuhkan orang lain, padahal ada yang lebih penting dan lebih nyata untuk dilakukan. (Dijelaskan di plot berikutnya). 

Si berisik Russel dan kakek tua Carl
Carl butuh perjuangan untuk mencapai Paradise Falls, karena di luar dugaan adal beberapa makhluk yang mengikutinya, yaitu Russel (anak kecil gembul imut) yang menyangkut di rumahnya saat penerbangan, burung raksasa bernama Kevin, dan anjing yang bisa bicara. Dan gerombolan ini memancing masalah baru untuk Carl.Termasuk pada akhirnya Carl bertemu orang jahat yang belum pernah ia duga… 



Perjalanan yang berat...Capek ya Kek…
 Carl harus memilih di antara persoalan-persoalan itu, mana yang harus dipentingkan. Awalnya Carl hanya mementingkan diri sendiri, namun setelah dirinya sadar telah melakukan kesalahan, Carl berbalik untuk memperbaikinya dengan segala upaya yang ia bisa. 

 Hal ini yang patut kita contoh. Di film kita bisa melihat bagaimana Carl akhirnya berbesar hati melepaskan rumahnya yang ia bangun bersama istrinya, yang kita tahu sangat berharga bagi kakek itu. Tapi jika ada yang lebih penting dari itu kita harus bisa mengesampingkan ego kita dan mengutamakan orang lain. 





Read more »

Meet The Robinsons


 

Jenis Film: Animation (Kids/Family, Science Fiction/Fantasy, Animation and Adaptation)
Pemain: Angela Bassett, Jordan Fry, Tom Kenny, Harland Williams, Adam West
Sutradara: Stephen J. Anderson
Penulis: Jon Bernstein, Robert L. Baird Poduser: John Lasseter, Clark Spencer, Doroty Mckim Produksi: Buena Vista Picture

Nonton Meet The Robinsons berarti siap untuk terkagum-kagum dengan animasi dan imajinasinya, siap tertawa dengan kekonyolannya, dan siap belajar dari pesan alurnya.


Sudah menjadi hal yang jamak jika film anak-anak selalu terselip pesan moral. Begitupun dengan film Meet The Robincons, yaitu sebuah kisah seorang anak yatim piatu yang sedang dalam pencarian sebuah keluarga. Anak yatim piatu itu bernama Lewis, ia sangat jenius. Begitu jeniusnya sampai-sampai setiap malam teman sekamarnya tak bisa tidur, lantaran Lewis selalu melakukan percobaan-persobaan untuk mengaktualisasikan karyanya. 

Namun disisi lain, dengan kejeniusan yang dimiliki ini, sering kali justru membuat orang-orang yang ingin mengadopsinya 'angkat tangan'. Hingga sampai kunjungan orangtua angkat yang ke 114 pun tak ada yang mau mengadopsinya sebagai anak angkat. Tak hanya masalah itu, hasil karya yang di buat juga selalu mengalami kegagalan. Hingga puncaknya ia berhasil menemukan sebuah karya yang sangat hebat. Sayangnya karya itu telah disabotase oleh seorang penjahat. Beberapa komponen dalam karyanya diambil, sehingga membuat hasil karyanya berantakan. Kejadian tersebut benar-benar mematahkan semangatnya. Lewis merasa dirinya menjadi anak yang tidak berguna. Kebencian dan penyesalan kenapa ia terlahir didunia menyelimuti perasaanya. 

Pada saat itulah datang orang asing yang misterius bernama Wilbur Robinson (si pria bertopi bundar) "saya kasi' tau memank Wilbur ini adalah teman sekamar Lewis sewaktu masih di panti asuhan, iya menjadi jahat karena gara-gara lewes iya tertidur saat pertandingan bisbol, lalu iya marah dan menyalahkan lewis atas kejadian tersebut".oke lanjut cerita...Bersama Wilbur, Lewis perpetualang menjelajahi dunia masa depan dimana di dunia itu, ia bertemu dengan dirinya sendiri, orangtua, kakek, nenek serta seluruh anggota keluargnya. Bahkan dalam petualangannya itu, ia juga bertemu dengan teman sekamarnya saat ia masih tinggal di panti asuhan. Dari Wilbur pula ia tahu temannya inilah yang telah mencuri kompenan karyanya. Dengan segala kemampuanya ia melepas topi besi yang dimiliki temannya itu, karena gara-gara topi itulah temannya terpengaruh menjadi orang jahat. 

Kejadian demi kejadian saat melintasi dunia masa depan membuka alam pikiran Lewis bahwa semuanya mungkin bisa terjadi jika kita mau berusaha untuk mewujudkanya.Bahkan kekompakan dan kebersamaan keluarga membuat Lewis sadar bahwa ia sebenarnya tidak sendiri. Masih banyak orang-orang yang punya cinta dan kasih untuk anak-anak yatim seperti dirinya.

 Film yang diangkat dari buku A Day with Wilbur Robinson karya Wiliam joyce ini selayaknya memang di tonton oleh anak-anak. Karena banyak sekali hal-hal positif yang bisa menggairahkan semangatt hidup anak. Tak hanya itu, film ini juga merangsang imajinasi anak untuk membuat sebuah karya.


Pengemasan film dengan gaya animasi pun terlihat sangat menarik. Apalagi ditunjang dengan adegan-adegan lucu yang tentunya cukup menghibur dan menghidupkan alur cerita film ini.




Film ini adalah film yang menarik dan sangat exiting (bagi saya, ga tau orang lain). Nilai kehidupan yng diajarkan sungguh beragam, yang sangat mengena adalah “KEEP MOVING FORWARD”nya keluarga Robinson di masa depan. Jika gagal, pasti ada cara untuk berhasil, jika tidak berhasil juga, pokoknya KEEP MOVING FORWARD” dan semesta akan “berbicara” untuk mencapai keberhasilanmu. Tetap sabar dan berusaha meraih mimpi. Jangan Pernah menyerah untuk meraih mimpimu. Jangan Pernah. itu yng diajarkan Film ini (menurutku .. Tsaaah).


oh iya, hampir lupa. Saya sempat mengingat “ending” dari Film ini atau mungkin lebih sedikit “pesan” tertulis yng ingin disampaikan. Begini bunyinya,

“Around here, we don’t look backwards for very long, we keep moving forward, opening up new doors and doing new things because we’re curious and curiosity keeps leading us down new paths”.


Read more »

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...